Activity

  • Albrektsen Ho posted an update 1 month, 1 week ago

    COR (Carrier Operated Relay), sangat banyak versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh teman2 blogger, sejak yang amat sederhana sekaligus hingga yang tinggkat profesional, dan cor ini lazimnya dipergunakan untuk menggabungkan 2 buah radio yang umumnya di bakal untuk membuat pancar kembali.

    Membuat Repeater sendiri secara rangkaian COR yang simpel, rangkaian tersebut biasa pun disebut beserta modul cor (Carrier Operated Relay), mampu di bagi dengan ringan karena komponen-komponen yang digunakan banyak serta mudah di peroleh dipasaran tidak menggunakan komponen khusus seperti IC CMOS, ataupun IC TTL atau MC (Microcontroler) sebagaimana pada modul-modul cor profesional cor repater dan agaknya saja postingan kali ini pula bagian mulai banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat tampak di computer digital untuk menghasilkan sendiri pancar ulang.

    COS Input

    Keratan gambar sambungan diatas ditemui ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi kalau COS atas radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian itu mungkin bisa dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan sambungan cortersebut pula dapat dipergunakan, dengan cara merubah status switch, bahwa COS mulai radio penerima berlogika low maka switch diposisikan ke no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high oleh sebab itu posisi switch dipindahkan di no1, di dalam prinsipnya terdapat dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada tatkala COS yang diterima berlogika low jadi yang beroperasi adalah transistor PNP, & sebaliknya apabila COS yang diterima berlogika high jadi transistor yang bekerja ialah NPN setara halnya secara rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.

    Audio Input

    Dalam rangkain input ini tersembunyi dua buah resistor yang memang terencana tidak di buat buatan besar sistem tahannanya, hal ini disesuaikan dengan input yang diterapkan, pada ketika artikel ini di posting uji buktikan audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver sebelum ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, nilai RX1 pada buat 1K, sedangkan rintangan RX2 bukan digunakan sedikit pun. jika audio in pada hubungkan di speaker out dari radionya nilai terpidana RX1 disusun sebesar 5k6 ohm dan nilai uzur RX2 100ohm, dan usahakan volume dari radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika tanggapan input terlalu tinggi dipastikan suara yang dihasilkan tak akan sempurna, di dalam saat penyambungan pastikan ground terpasang beserta baik & kabel yang dipergunakan sebaiknya mempergunakan kawat head yang baik untuk mengurangi noise audio.

    Sambungan tone control disini bukanlah tone control tingkat kompeten namun tone control simpel, hanya mengisai suara / nada semampai (treable) sedikit (bass) yang dapat tandus pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk dampak yang serasi dengan yang diinginkan sebaiknya kalibrasi sistem tahanan VR dengan luas kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.

    situs yang berkaitan Dari penggalanan tone diatas juga tersembunyi VR atau tahanan geser yang berfungsi sebagai volume untuk mic in radio pemancar atau Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga tanggapan yang menyerap melalui kira-kira tahanan & kapasitor bisa di perkuat sebelum dikirimkan ke luar ( keradio pemancar).

    Relasi Ke Radio

    Audi In sebaiknya diambil sebelum menyerap ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang indah, namun mampu juga mengangkat audio atas jack speaker yang ditemui di radio, hanya saja bila menggunakan tisu ini sebaiknya volume radio jangan terlalu besar. namun COS in sebaiknya dalam cari beserta baik apabila menggunakan radio yang tidak tersedia konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sungguh disediakan conector db9, radio motorola siap yang sudah biasa tersedia ada juga yang tidak, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya gak terlalu sukar namun dibutuhkan sedikti akurasi dan toleransi,

    Sekilas jalan mencari urat cos saat radio,

    Atur frekuensi yang hendak pada gunakan, pastikan posisi pengumuman radio pada mode gaib (normal) / menggunakan tone, seteleh tersebut siapkan radio ht serta samakan kapasitas frekuensinya serta coba meneken ptt pada radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari tisu cosnya, prima coba telusuri di ruang kaki IC ampli/suara biasanya ada urat audio mute jalur tersebut juga dapat dipergunakan di dalam saat radio menerima sinyal dari radio yang ke-2. Akan siap perubahan dalam jarum mutitester pada tatkala ptt pada radio kedua ditekan & dilepas, bila di sesi audio mute tidak ditemukan coba telusuri di bagian if umumnya disini pula ada. kendatipun demikian tegangannya lebih kecil dari jalur utuk audio mute. Jika dalam saat PTT dari radio lain ditekan dan pin bergerak bertambah berarti cosnya high, serta ptt dilepas jarum kembali keawal, begitu sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tegangan atau beruang ditengah & pada tatkala PTT ditekan jarum berlayar turun dipastikan cos nya low. dalam pencarian cos ini usahakan cari cos yang bermutu tegangan 5 volt.

    Radio Pemancar

    Untuk koneksi rangkaian ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke urat + 8Volt yang lazimnya terdapat dalam jack untuk extramic, ataupun dapat pun menghubungkan langsun didalam radio pemancar atau bisa pun dengan cara menambahkan adaptor, pemberian catu daya / tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan benar-benar stabil, karena kestabilan atas tengangan saangat mempengaruhi titah yang didapatkan, jika modal daya gak baik titah yang didapatkan bisa sekadar tidak siap ada dengung atau taklimat sedikit ribut. untuk jalur audio out dari ikatan dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, serta jalur ptt dihubungkan di ptt radio pemancar, berbeda dengan jalur ground pastikan terhubung dengan indah, baik ini ground untuk mic dan ground chasis pesawat.